Sering Sakit Kepala? Sembuhkan dengan Paramex SK dan Beberapa Obat Lainnya

Sering Sakit Kepala? Sembuhkan dengan Paramex SK dan Beberapa Obat Lainnya

Penyakit sakit kepala bisa jadi salah satu penyakit paling umum yang bisa diidap siapa saja. Penyebabnya pun beraneka rupa, mulai dari karena kurangnya suplai oksigen ke otak hingga gangguan saraf. Beberapa orang memilih untuk mengonsumsi obat pereda nyeri seperti Paramex SK sebagai penanggulangan pertama.

Pasalnya, sakit kepala seringkali menyerang tiba-tiba, bahkan ketika seseorang sedang sibuk beraktivitas. Nggak heran kalau obat-obatan pereda sakit kepala seperti Paramex SK kerap disimpan di berbagai tempat agar bisa segera diminum ketika nyeri tersebut menyerang. Selain Paramex SK, simak dulu beberapa jenis obat lainnya yang bisa jadi pertolongan pertama saat sakit kepala menyerang!

Paramex SK

Obat yang berbentuk kaplet ini memang umum dikenal sebagai pereda sakit kepala, namun nggak hanya itu. Paramex SK juga dapat dikonsumsi untuk menurunkan demam karena mengandung parasetamol dengan dosis yang cocok sebagai pertolongan pertama.

Jika umumnya obat penurun panas dan pereda nyeri memiliki efek kantuk, ini tidak berlaku untuk Paramex SK. Kandungan kafein di dalamnya dapat merangsang saraf agar tubuh tidak dilanda kantuk setelah meminum. Karenanya, obat ini cocok untuk dipakai ketika sakit kepala melanda di tengah-tengah aktivitas. Sebagai obat OTC (Over The Counter) alias yang bisa dibeli tanpa resep, Anda cukup mengonsumsi sesuai dengan petunjuk yang disertakan di kemasan atau lewat anjuran tenaga kesehatan.

Panadol Extra

Jenis obat yang satu ini juga kerap jadi andalan banyak orang untuk mengatasi sakit kepala dengan segera. Identik dengan kemasan berwarna merah, Panadol Extra mengandung parasetamol yang bekerja sebagai analgesik yang mampu menjaga dan meningkatkan ambang rasa sakit sehingga rasa nyut-nyutan di kepala segera mereda.

Tak jauh berbeda dengan Paramex SK, Panadol Extra juga mengandung kafein yang dapat menghindarkan tubuh dari efek samping berupa kantuk. Kafein juga mampu bekerja untuk menghambat reseptor adenosin sehingga rasa nyeri di kepala dapat berkurang secara perlahan. Dengan dosis yang cenderung aman, yakni 500 mg parasetamol dan 65 mg kafein, obat ini dapat dengan mudah ditemukan di apotek maupun toko kelontong.

Ibuprofen

Sebagai obat yang juga bisa didapatkan di apotek, ibuprofen dikenal juga sebagai pereda berbagai rasa nyeri, termasuk yang disebabkan oleh sakit kepala. Tergolong sebagai obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), ibuprofen ampuh mengatasi sakit kepala baik karena disebabkan oleh stres hingga gangguan pada saraf.

Meski begitu, konsumsinya juga perlu diperhatikan. Umumnya, orang dewasa hanya dianjurkan untuk mengonsumsi 200 mg ibuprofen dalam satu dosis. Ibu hamil pun umumnya tidak dianjurkan mengonsumsi ibuprofen tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter, karena dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan bayi dalam kandungan.

Aspirin

Penyakit sakit kepala sendiri umumnya terdapat beberapa jenis, dan salah satu yang cukup mengganggu adalah migrain atau sakit kepala sebelah. Pada penanganan pertama, migrain dapat diatasi dengan obat seperti aspirin. Umumnya untuk migrain sedang dan berulang, dosis aspirin yang dianjurkan hanya berkisar antara 81-325 mg. Namun, untuk beberapa kasus migrain yang cukup akut, dianjurkan untuk mengonsumsi aspirin dalam dosis yang sedikit lebih tinggi.

Jika migrian akut tersebut memang berulang, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan yang bisa dengan mudah didapat di apotek. Pasalnya, bisa saja migrain yang berulang tersebut disebabkan oleh penyakit lain dan sakit kepala sebelah hanyalah gejalanya saja.

Agar mendapatkan pertolongan yang lebih akurat, Anda bisa mengunduh aplikasi SehatQ di Google Play ataupun App Store dan mengatur jadwal konsultasi dengan dokter.

Leave a Reply