Rhinos Neo Drop, Obat Flu yang Bersahabat Bagi Si Kecil

Rhinos Neo Drop, Obat Flu yang Bersahabat Bagi Si Kecil

rhinos neo

Saat si kecil mengalami batuk pilek, kebanyakan dokter setuju untuk memberikan penyembuhan alami kepada bayi. Sistem kekebalan bayi memang belum sebagus anak-anak yang berusia lebih tua atau bahkan orang dewasa, sehingga sebisa mungkin menghindari terapi obat-obatan. 

Namun, ada kalanya penggunaan obat dibutuhkan ketika kondisi si kecil tak kunjung membaik. Untuk meringankan batuk dan pilek kronis pada bayi, dokter anak Anda mungkin meresepkan Rhinos Neo Drop. 

Rhinos Neo Drop adalah obat untuk mengobati gejala flu akibat alergi yang  dikhususkan untuk balita dan anak-anak. Penggunaannya pada bayi diperbolehkan asal sesuai anjuran dokter. 

Deskripsi obat

Rhinos Neo Drop merupakan obat flu dan pilek dengan bahan aktif utama pseudoephedrin HCl. Setiap 0,8 ml obat mengandung 7,5 mg pseudoephedrin HCl. 

Pseudoephedrin HCl bekerja secara efektif untuk mengurangi pembengkakan dan penyumbatan di hidung, sehingga gejala flu seperti pilek dan bersin-bersin bisa teratasi. Obat ini juga bisa meringankan rhinitis alergi atau peradangan dalam hidung yang disebabkan oleh alergi. 

Pseudoephedrin HCl yang terkandung dalam Rhinos Neo juga dapat digunakan untuk meredakan gejala sinusitis, demam, dan telinga tersumbat yang disebabkan oleh peradangan atau infeksi telinga. 

Namun obat ini tak bisa digunakan sembarangan. Rhinos Neo termasuk dalam obat golongan bebas terbatas dimana penggunaannya harus sesuai dengan anjuran pada label kemasan atau resep yang diberikan dokter. 

Dosis penggunaan dan aturan pakai

Rhinos Neo Drop aman digunakan oleh anak berusia 2-5 tahun dengan dosis 0,8 ml yang diberikan setiap 3 kali sehari, dapat diberikan bersama atau tanpa makanan. Bayi yang mengalami flu disertai batuk juga bisa menggunakan Rhinos Neo, tapi hanya sesuai anjuran dokter. 

Jangan gunakan obat secara berlebih. Jika Anda lupa memberikan obat kepada anak Anda, jangan memberikan dosis ekstra pada waktu minum obat berikutnya. Hal ini dapat menyebabkan efek samping serius atau membahayakan jiwa. 

Perlu diketahui bahwa umumnya dokter akan meresepkan Rhinos Neo atau obat flu lainnya jika kondisi anak parah atau tak juga membaik. 

Adakah efek sampingnya?

Anak-anak yang meminum Rhinos Neo mungkin mengalami efek samping diantaranya:

  • Sakit kepala
  • Insomnia
  • Tremor atau tubuh gemetar
  • Tarikardia (detak jantung lebih dari 100 kali per menit)
  • Aritmia atau gangguan pada irama jantung
  • Palpitasi atau jantung berdebar
  • Kesulitan berkemih
  • Eksitasi atau rangsangan berlebih, dimana tubuh merasa sangat bertenaga

Pada bayi, terutama bayi baru lahir dan prematur, memiliki risiko efek samping lebih tinggi daripada anak usia 2 tahun ke atas. Beberapa anak juga mungkin merasakan reaksi alergi setelah meminum Rhinos Neo, seperti ruam kemerahan pada kulit dan pembengkakan pada wajah, lidah, atau tenggorokan. 

Apabila anak Anda memperlihatkan efek samping di atas, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. 

Hal-hal yang harus diperhatikan

Sebelum memberikan Rhinos Neo pada anak, konsultasikan dengan dokter mengenai kondisi kesehatan si kecil. Anak-anak dengan kondisi dibawah ini harus menggunakan Rhinos Neo dengan perhatian khusus:

  • Gangguan fungsi hati 
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Glaukoma
  • Hipertrofi prostat
  • Hipertiroid
  • Retensi urin
  • Gangguan jantung
  • Diabetes melitus

Hindari penggunaan pada anak yang alergi dengan komponen obat, memiliki hipertensi berat, atau anak yang sedang mendapat terapi dengan antidepresan MAOI.

Dokter akan meresepkan Rhinos Neo pada bayi jika manfaat obat terlihat lebih besar dibandingkan dengan efek samping yang mungkin terjadi. Memberikan obat dengan kandungan pseudoephedrin HCl pada anak yang sangat kecil dapat menyebabkan efek samping serius atau mungkin mengancam jiwa.

Leave a Reply